Minggu, 14 Oktober 2012

Mengapa disebut DARAH BIRU

Laksana cahaya yang merembes bentangan air pastilah akan memantulkan warna biru, maka seibarat itulah setiap titisan sinar kebajikan dalam kesejatian dan keimanan (baca: "nur") yang menjadi sokoguru peradaban dan keterpanggilan dalam memipin alam semesta disebut pula " darah biru"..

Rabu, 10 Oktober 2012

7 ciri awal Ningrat Muda Sasak Lombok NTB

Pembelajaran keningratan; Ciri Awal Seorang Ningrat Muda Sasak Lombok Bila kita ingin mengetahui seorang bangsawan Lombok yang sejati, dapat dilakukan identifikasi dini. Maka Pada seorang Ningrat Muda Sasak Lombok di Nusa Tenggara Barat, akan ditemukan cirri-ciri minimal yakni : Pertama, Seorang bangsawan pastilah selalu menjaga Wudhu-nya, tafsirnya mungkin ini berarti selalu menjaga kesucian diri. Sucinya tangan ( perbuatan ), hidung ( nafas kehidupan), mulut ( wicara), wajah ( raut diri), lengan (kekuasaan), Kepala ( pemikiran ), kuping ( pendengaran ) dan kaki ( langkah perjalanan). Kedua, Seorang bangsawan pastilah bangun pagi dan sholat subuh berjamaah ; mungkin karena itulah di Lombok banyak sekali masjid yang kemungkinan di orientasikan juga untuk pembinaan generasi muda, dan memang pada jamaah subuh relative diisi banyak oleh anak muda. Ketiga, Seorang bangsawan pastilah tetap melaksanan puasa sunat senin dan kamis. Mungkin ini pembelajaran untuk menahan diri, dan banyak berbagi pada masyarakat. Merasakan lapar dahaga rakyatnya. Ke-empat, Seorang bangsawan pastilah akan selalu membantu saudaranya yang meminta tolong kepadanya, mensegerakan bila saudaranya membutuhkan batuan dan meminjam sesuatu ( dana atau benda), diupayakan sebesar-besarnya, dan sangat sesal baginya bila sampai sahabatnya itu pulang dengan tangan kosong. Kelima, Seorang bangsawan bila berjumpa dengan sahabat kerabat atau handai taulannya, pastilahlah selalu bersikap manis, bahagia dan ceria. Mungkin hal ini agar memberikan energy positif silaturahmi bagi kerabat dan lawan bicaranya itu.. Ke-enam, seorang bangsawan pastilah punya banyak tamu yang senang bertandang kerumahnya. Ia akan selalu berupaya membuat tamunya betah dan senang selama dirumahnya. Secara factual, di setiap rumah Sasak selalu disediakan Beruga ( bangunan khusus ) untuk menerima tamu.. Ke-tujuh, seorang bangsawan pastilah seorang pendoa yang baik, akan selalu mendoakan sanak saudara handai taulannya, bahkan selalu menitip salam, doa dan berkirim shalawat kepada handai taulannya bila kebetulan berjumpa titik simpulnya.. Bangsawan sasak nampaknya memang diwarnai dengan pola kesalehan pribadi muslim, sehingga tata nilai perilaku, pikiran dan harapan-harapannya sangat berorientasi pada nilai-nilai keislaman. Konon, bila tanda-tanda yang tujuh tidak melekat pada seseroang bangsawan sasak, maka ia siap diragukan kadar kebangsawanannya itu, jangan-jangan cuma karena turunan semata atau bahkan tempelan belaka.. Ahaai..

Selasa, 09 Oktober 2012

3 kantong rahasia

Entah karena telah menolongnya mengangkat tongkat yang terjatuh, seorang anak muda dihadiahkan 3 kantong ilmu oleh orang tua itu.. Kantong pertama, berisi rahasia kehidupan di dunia.. Kantong kedua, berisi pengetahuan dan persiapan tentang rahasia hidup sesudah mati, hidup sesudah hidup, mati sesudah mati.. Dan Kantong ketiga, berisi rahasia inti rahasia, yang bukan bagian dari 2 kantong rahasia sebelumnya.. Namun khusus kantong ketiga, dipesankan agar hanya boleh dibuka, bila nanti anakmuda itu telah memasuki usia sepertiga yang terakhir.. Wallahu'alam bissawab..

6 alasan seseorang dapat disebut NINGRAT

Ada 6 alasan orang dapat disebut ningrat, yakni : Pertama, insan pembelajar, yang ke-cendikia-annya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakatnya secara tuntas dan benderang, mendorong semangat pembelajaran bagi generasi pelanjutnya, dan merentangkan jalan terang bagi bangsanya ke masa depan.. Kedua, insan kesatria, yang senantiasa memberikan rasa damai semua pihak, menjadi garda depan dalam melawan ketertindasan dan keterpurukan, sekaligus daripadanya mengusir “rasa takut” dari jiwa rakyatnya itu.. Ketiga, insan tercerahkan, yang kesolehanya menjadi pandu perilaku masyarakatnya, menciptakan ketenangan jiwa, kebahagiaan nurani, keyakinan yang teguh dan kepastian dalam kalbu, kemuliaan dalam kebermanfaatan fungsional, dan tingkat spiritualitas telah mencapai tingkat tertentu.. Ke-empat, insan hatinurani, yang senantiasa menjadi suritauladan dalam setiap perilaku, indah budipekerti-nya, halus jiwa-nya, santun budibahasa-nya, kepedulian pada persoalan kemanusiaan, kedekatan pada kaum kesampar yang nestapa, dan potensi energy pemersatu masyarakat dan bangsa. Kelima, insan pembaharu, yang kearifannya memberi dayabudi yang membuat bangsanya menjadi bangsa yang besar, digjaya dan dihormati dalam pergaulan antarbangsa. Mewakafkan hidupnya bagi kesejahteraan dan kebahagiaan kolektif masyarakatnya, dan gardadepan bagi percepatan transformasi social ekonomi politik dan kebudayaan.. Dan yang ke-enam, adalah Sang Pewaris amanah kebajikan, yang susur galurnya adalah jembatan budi dan sejarah kejuangan bangsanya.. Silsilahnya, adalah garis cahaya ( baca : Nur ) yang selalu menjadi titik wujud dari bio-moral energy dari setiap etape sejarah bangsanya..

Kamis, 04 Oktober 2012

Pesan Awal Raja Jawa

Seorang Raja Jawa, berpesan untuk langkah -langkah awal menjadi Jawa,: Pertama, Makanlah sesuatu hanya yang tumbuh dibawah tanah, sejenis umbi-umbian ( polo kependem ).. Berjenguklah pada setiap makam orang2 saleh, pahlawan2 negeri, para kesatria, tauladan suri budi tauladan., Datanglah pada komunitas adat yang tua dan masih mempertahankan kearifan hingga kini., Kunjungilah lokasi-lokasi bersejarah yang telah menyediakan dirinya sebagai tanah tuah, atau bumi peristiwa-peristiwa., Hadapkanlah wajahmu pada kaum yang orang-orang tua yang lebih lama memahami kehidupan dan berhasil meresapi untaian makna kehidupan.. Benamkan dirimu didalam telaga nan jernih, diperpaduan dua sungai, di air lautan) ( bila langkah pertama tuntas, mampu lanjutkan pada ) Kedua, Makanlah sesuatu hanya buah-buah yang tumbuh dilekat ditanah, sejenis semangka, mentimun dlsb ( polo kesampar).. Berjenguklah pada orang-orang yang hidup dalam kesusahan; santunilah mereka yang miskin, ringanlah penderitaan orang-orang sakit, dengarlah nestapa mereka yang tertindas, atau sediakanlah dirimu menjadi pandu bagi mereka yang kalah, tersisih dan tersia-sia.. Benamkan dirimu di pesisir, tanah-tanah yang datar, dan langsung lekatkan dirimu pada tanah, bumi getaran jiwa dalam duniamu.. ( bila langkah kedua tuntas, mampu lanjutkan pada ) Ketiga, Makanlah sesuatu hanya yang tergantung seperti buah mangga, apel, dlsb. ( polo gemantung ).. Bertandanglah pada cendikiawan, penguasa, atau kaum-kaum yang hidup beruntung secara ilmu, kekuasaan, kekayaan dlsb.. Benamkan dirimu dalam suasana keramaian, keributan, ditengah kobaran api.. ( selesaikan dulu itu, waktu berlalu, pagi tiba, "Sendiko Dawuh Sinuhun") februari 2012

Tujuh Amalan Pertama Metarindu


satu. Mengingat-NYA dalam kesucian yang tiada terputus ( dzikir)
dua. Berbagi dalam cipta yang tulus dan senyap ( shadaqah)
tiga. Menahan diri dengan keluruhan dalam ke-Esa-annya ( Puasa)
empat. Mengabdi yang sungguh-sungguh dan rendahhati ( shalat)
lima. Salam Doa bagi seluruh alam dalam hidup yang tersenyum
enam. Shalawat untuk utusan-utusan illahi sepanjang masa
tujuh. Mengeja ayat-ayat illahi dalam tembang sukma yang penuh pesona

Jumat, 02 Maret 2012

Aku ingin Sepihak Dengan Malam

Aku ingin sepihak dengan malam,
yang memuja Tuhan tanpa kata-kata..
Jiwa kelam berselimutkan cahaya dari-NYA..

Istigfar degub nadiku, untuk semua manusia yang pernah dan akan lahir didunia..
Oh pintaku,
gugur,
gugurlah dosa karena khilaf dan ketidak-terjangkauan pikiran,
atau nafas yang terbata-bata memahami miskat rahasia..

Aku ingin sepihak dengan malam,
yang dalam kesepiannya bertemu Sang Pencipta..

Jakarta, 2011